Tuesday, April 28, 2015

Pantai Padang Padang, Keelokan Bali yang Tersembunyi

Foto By Google
nyamenusanet.blogspot.com - wisata pantai banyak dipilih oleh wisatawan yang datang ke BaliMencari pantai yang memiliki panorama yang indah dan lingkungan yang masih alami nampaknya bukan hal yang sulit di Bali. Pantai Padang Padangmungkin bisa menjadi referensi untuk menghabiskan liburan kamu di akhir pekan ini.

Lokasi Pantai Pandang Padang

Jika kamu sekarang sedang berada di Denpasar, atau sedang menginap di Kuta maka pertama-tama kamu harus mencari jalan yang mengarah ke Bandara Ngurah Rai Bali. Saat sudah berada di jalur bypass jimbaran, maka kamu lurus saja searah dengan jalan menuju ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). 

Susah mencari jalan ke GWK? kamu bisa tanya masyarakat sekitar. Tanyakan saja arah menuju ke Uluwatu. Jalur ke Pantai Padang-Padang ini searah dengan jalur ke pantai dreamland. Selain melewati pintu masuk Garuda Wisnu Kencana, maka kamu juga akan melewati pintu masuk Pecatu Indah Resort (pintu masuk ke Dreamland) di jalan raya Uluwatu.

Selanjutnya kamu akan menemukan persimpangan, baca petunjuk jalan dan ikuti arah menuju ke labuhan sait. Tidak jauh kamu akan menemukan papan petunjuk arah yang bertuliskan "Padang-Padang Beach -Labuhan Sait Pecatu"

Ada tempat parkir yang luas dimana kamu bisa memarkirkan kendaraan kamu dengan aman. Hanya perlu menyebrang sedikit kemudian kamu harus menuruni anak tangga yang sempit. Suasana naik turun di tebing dengan tangga yang sempit mengasyikan sekali hihihi.. kamu harus sedikit memiringkan badan jika saling berpapasan karena saking sempitnya jalur ini.

Setelah turuni anak tangga maka kamu akan langsung disambut oleh si cantik "pantai Padang Padang". Keindahannya benar-benar amazing banget. Pantai Padang-Padang ini tidak terlalu luas seperti pantai Kuta. Namun pesona keindahan pantai dengan batu karang dan tebing di sekitarnya membuat saya betah berlama-lama disini :-D alasan lain betah disini adalah karena pengunjungnya 70% bule. jadi banyak ada bule-bule dengan bikininya yang lagi berjemur hihihi lumayan cuci mata :-D (hati-hati kena gampar hax..hax..hax..)

Masa Populernya Padang Padang

Pantai Padang Padang sudah dikenal lama oleh wisatawan asing yang datang ke Bali. Karena memang dasar bule suka berpetualang dan mencari tempat wisata yang masih baru. Namun berbeda dengan wisatawan Lokal yang mengunjungi tempat yang sudah punya nama saja alias tempat yang udah populer.

Di pantai yang berpasir putih inilah dulu bulan juli tahun 2010 ada shooting Film Eat, Pray Love yang dibintangi oleh banyak aktor dan aktris hollywood. Salah satu yang menjadi bintangnya adalah Artis Julia Robert.

Ketika Julia Robert dan kawan-kawan mengadakan shootingnya di pantai padang padang, lokasi ini otomatis ditutup untuk umum. Rugikah kita? tidak sama sekali! bahkan setelah film Eat Pray Love mulai tayang di seluruh dunia, Bali menjadi semakin tersohor.

Pantai Padang Padang yang ada di salah satu adegannyapun di serbu wisatawan asing dan lokal (tuch kan yang lokal mulai ngikut lok udah terkenal hahaha :-P ). Semenjak saat itu hingga kini pantai Padang Padang menjadi primadona wisata pantai yang memiliki pemandangan indah.

Source : http://www.dewasetiawan.com/2012/08/pantai-padang-padang-bali-si-cantik.html

Pantai Pandawa Keindahan Bali Yang Mempesona Wisatawan Domestik

Nyamenusanet.blogspot.com - Pantai Pandawa Bali adalah salah satu kawasan objek wisata yang berada di Bali tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan, Kabupaten Badung. Pantai Pandawa juga sering dikenal dengan nama Pantai Kutuh, dan kadang juga disebut sebagai pantai rahasia (Secret Beach) karena letaknya berada dibelakang tebing.
Tebing di Pantai Pandawa
Saat anda menyambangi pantai ini, terdapat tebing-tebing tinggi yang ditumbuhi dengan semak belukar. Dulunya akses jalan untuk menuju pantai Pandawa cukup sulit, namun karena pantai ini memiliki keindahan yang sangat mempesona mata pengunjung maka pemerintah setempat membuat atau membuka akses berupa jalan sepanjang kurang lebih 1,5 km. Akses jalan yang dibuat cukup unik dan terlihat megah karena jalannya diapit dengan tebing-tebing yang tinggi.

Pantai Pandawa Bali
Selain tebing-tebing yang tinggi, kalian juga akan mendapati patung-patung pewayangan lima pandawa yaitu patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Kelima patung tersebut akan kita dapati saat memasuki kawasan Pantai Pandawa. Kelima patung itu pula dipasang didalam tebing-tebing, sehingga pengunjung yang datang akan melihat berjejer kelima patung-patung tersebut secara berurutan.

Patung di Pantai Pandawa
Hal yang menarik lainnya yang bisa kalian dapati di Pantai Pandawa adalah dengan pesona pantainya itu sendiri. Keindahan pantai pandawa tidak perlu diragukan lagi, sejak akses jalannya yang telah dimudahkan kini pantai ini sering diramaikan oleh pengunjung, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara. Suara deru air ombak disertai dengan hamparan pasir putih yang mempesona menjadikan pantai ini layak dijadikan menjadi tempat liburan anda dan juga keluarga.

Berbagai aktifitas yang bisa kalian lakukan di Pantai Pandawa ini. Anda bisa berenang atau berduduk santai dipinggiran pantai sambil menikmati minuman air kelapa segar disertai dengan sajian jagung bakar. Ataukah anda juga bisa berjalan-jalan sambil melihat bagaimana para petani rumput laut sedang bekerja dalam membudidayakan rumput laut. Pembudidayaan rumput laut sudah lama dilakukan oleh masyarakat setempat sejak tahun 1980-an hingga sekarang. Dan kini hasil pembudidayaan tersebut telah melakukan kerjasama dengan negara-negara lain seperti Amerika dan Denmark.

Peta Lokasi Pantai Pandawa Bali


 
Source : http://www.wisatahotelbali.com/2015/01/pantai-pandawa-bali.html

Pantai Melasti, Tujuan Objek Wisata Baru di Pulau Dewata Bali

Pantai Melasti
nyamenusanet.blogspot.com - Pulau Bali selalu mempunyai tempat-tempat yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Buat kalian yang suka pantai, pantai yang satu ini akan menjadi pantai favorit baru kalian.

Pantai ini bernama Pantai Melasti. Daya tarik dari pantai ini adalah pemandangan tebing-tebingnya yang keren, pemandangan pesisir pantai dengan pasir putih dan tentu pemandangan lautnya begitu biru.

Pantai Melasti terletak di Daerah Ungasan, pantai ini dijadikan objek wisata baru oleh Desa Ungasan. Sama seperti halnya Pantai Pandawa, dan bisa dibilang pantai ini akan lebih indah pemandangannya daripada Pantai Pandawa.

Untuk akses menuju kesana tidaklah sulit, kalian bisa menggunakan motor ataupun mobil. Rute nya yaitu carilah jalan melasti kemudian lurus terus sampai kalian menemukan Bayan Tree Hotel and Resort dan lurus lagi sedikit kalian akan melihat pesisir Pantai Melasti dari atas tebing. Kalian cukup mengikuti jalan turunan yang ada untuk sampai kebawah. Jalannya berliku-liku untuk sampai ke bawah pantai, hampir mirip dengan Pantai Pandawa. Klik Map Location (untuk peta lokasi)

Dari informasi yang didapatkan, Pantai Melasti akan resmi launching bulan Juli 2015. Jadi, jangan lewatkan moment terbaik kalian untuk mengabadikan foto keren kalian di Pantai Melasti.

Source : http://inputbali.com/objek-wisata/pantai-melasti-objek-wisata-baru-pulau-bali

Wednesday, April 15, 2015

Wisata Air Tirta Gangga Karangasem - Bali

nyamenusanet.blogspot.com - Objek wisata Tirta Gangga, dulunya sebuah taman air kerajaan Karangasem yang berada di Bali timur. Saat ini taman Tirta Gangga Karangasem berfungsi sebagai tempat wisata di Bali timur. Mayoritas wisatawan yang berlibur ke taman Tirta Gangga Karangasem adalah wisatawan asing.
Lokasi Objek Wisata Tirta Gangga Bali



Objek wisata Tirta Gangga Bali berada di kabupaten Karangasem, kabupaten yang berada di Bali timur. Jika anda menginap di tempat wisata Kuta, anda akan menempuh 2 jam waktu perjalanan dengan menggunakan mobil dan sekitar 1,5 jam menggunakan Sepeda Motor. Jika anda memerlukan peta petunjuk arah untuk mencari lokasi dari Taman Tirtagangga Karangasem Bali, silakan gunakan link ini,Lokasi Taman Tirtagangga Karangasem.

Selain objek wisata Tirtagangga, kabupaten karangasem juga memiliki tempat wisata yang menarik untuk anda kunjungi, seperti Candidasa, Taman Ujung Sukasada, pantai Amed dan Tulamben (pantai yang pasir hitam favorit wisatawan untuk melakukan aktivitas menyelam).
Informasi Umum Kawasan Wisata Tirtagangga

Ada tiga hal utama yang ada di taman Tirta Gangga Karangasem, kebun, kolam air dan patung. Lokasi dari taman Tirta Gangga Karangasem, berada di tengah areal persawahan dan air yang ada di taman ini berasal dari mata air Rejasa. Taman ini masih milik kerajaan Karangasem.

Luas area dari taman Tirtagangga 1,2 hektar, yang memanjang dan membentang dari arah timur ke barat. Terdapat tiga tingkatan bangunan di taman Tirtagangga Bali. Di bangunan tertinggi terdapat mata air yang berada di bawah pohon beringin. Bangunan level kedua, terdapat kolam renang dan bangunan yang paling bawah terdapat kolam hias dengan air mancur.

Pada saat wisatawan memasuki taman Tirtagangga, hal pertama yang wisatawan lihat adalah hamparan kolam air dan terdapat satu buah candi yang menjulang tinggi di bagian kanan. Didalam kolam air tersebut, wisatawan dapat melihat ikan hias dan dasar dari kolam. Air di taman ini sangat jernih dan sejuk, karena air kolam berasal dari mata air bukan dari air olahan. Mata air di taman Tirtagangga oleh masyarakat lokal dianggap sebagai air suci. Digunakan dalam upacara keagamaaan di daerah sekitar taman Tirtagangga.

Mata Air Rejasa memiliki jumlah air yang sangat besar, jernih dan menyejukkan. Sepertiga dari pasokan mata air Rejasa di kirim ke rumah penduduk di Kota Amlapura (ibu kota Karangasem) dan dua pertiganya digunakan untuk mengisi kolam dan keluaran dari air kolam langsung di pergunakan untuk pertanian.

Penulis pernah mencoba berenang di kolam air Tirta Gangga, airnya sangat sejuk dan bening. Rasanya benar-benar berbeda dengan berenang dikolam renang buatan manusia. Saya sarankan jika anda berlibur ke objek wisata Tirta Gangga, untuk menyempatkan diri berenang di kolam ini. Anda harus membawa pakaian ganti dan handuk, jika berencana untuk mencoba kolam dari mata air Rejasa.

Sejarah Tirta Gangga Karangasem
Nama dari objek wisata Tirta Gangga, berasal dari kata Tirta yang berarti air suci dan Gangga yang artinya nama sungai di India. Taman air Tirtagangga Karangasem, dibangun pada tahun 1946 oleh raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung.

Komplek taman Tirta Gangga Karangasem sebelumnya pernah hancur oleh letusan gunung Agung pada tahun 1963. Pemerintah kabupaten Karangasem membangun kembali taman ini dan diperuntukan untuk kawasan wisata.



Untuk dapat memasuki objek wisata Tirtagangga, anda akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000 / orang. Jika anda ingin berenang, akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 6.000 per orang. Selain informasi akan biaya tiket masuk ke tempat wisata Tirtaganga, kami juga menyediakan informasi daftar biaya tiket masuk objek wisata di Bali yang lain. Silakan dilihat disini, daftar biaya tiket masuk objek wisata di Bali.

Untuk kenyamanan dan kelancaran anda dalam menikmati wisata di Pulau Dewata Bali kami sarankan gunakan jasa Rental Sepeda Motor kami, lihat syarat dan ketentuannya disini, kami ready metic yang masih ok kondisinya dan siap antar di segala penjuru pulau Dewata Bali.

Sumber : http://www.rentalmobilbali.net/tirta-gangga/

Tuesday, March 24, 2015

Beberapa Budaya dan Tradisi Unik di Pulau Dewata Bali yang Wajib Anda Ketahui dan Abadikan

nyamenusanet.blogspot.com - Setiap daerah, suku ataupun provinsi yang ada di bumi nusantara ini pasti memiliki tradisi yang unik. Tradisi seperti ini ada karena cenderung merupakan warisan budaya dari leluhur. Bali, khususnya berkaitan dengan kepercayaan masyarakatnya, hal-hal unik tersebut masih terjaga lestari sampai sekarang, berkeyakinan akan mendatangkan sesuatu yang baik pada kehidupan kedepan atau yang akan datang, dan akan terjadi musibah jika prosesi tersebut tidak dijalankan, keyakinan-keyakinan tersebut sehingga menimbulkan sebuah kebiasaan atau tradisi dibeberapa tempat di propinsi Bali. Sebuah tradisi tetap ada pada masing-masing kabupaten, bahkan ditingkat Kecamatan dan Desa, muncul kebiasaan karena penghormatan kepada leluhur dan keyakinan beragama masyarakat Bali. Sebagai destinasi wisata dunia, tradisi unik tersebut menjadi sesuatu yang menarik. Saat-saat tertentu bertepatan dengan rencana tour anda, coba saja untuk melihat keunikannya.

Berikut beberapa tradisi unik di Bali yang masih lestari sampai sekarang;

Omed-omedan ; hanya ada di desa Sesetan, Denpasar Selatan. Digelar sehari setelah hari raya Nyepi, sekitar jam 2 siang. Dimana 2 kelompok muda-mudi (yang belum menikah) berhadap-hadapan dan tarik menarik (bali:med-medan) kemudian saling cium antara pemuda dan pemudi satu dengan yang lainnya dengan guyuran air, disaksikan oleh semua warga. Terlihat begitu vulgar, tapi itulah uniknya sempat tidak dilaksanakan namun pertanda buruk datang. Menjadi atraksi wisata menarik dan pantas anda abadikan.

Mekare-kare ; sebuah tradisi perang pandan berduri di desa Tenganan, kabupaten Karangasem, peserta banyak yang sampai berdarah kena duri pandan, tradisi ini dirayakan pada sasih ke-5 kalender Hindu atau sekitar bulan September, dengan tujuan sebagai sebuah penghormatan kepada dewa Indera yang memimpin pasukan perang untuk mengalahkan Raja lalim yang pernah merajai Bali, yaitu Raja Mayadenawa.

Mekotek ; Desa Mungu, Mengwi, Kab. Badung tempat dirayakan Mekotek, pas saat Hari Raya Kuningan. Tradisi ini muncul awalnya dari penyambutan pasukan kerajaan Mengwi atas kemenangan mengalahkan pasukan kerajaan Blambangan, penyambutan oleh rakyat ini yang dulunya menggunakan tombak, sekarang diubah menggunakan tongkat kayu, sehingga kalau diadu terdengar sura "tek" yang berulang-ulang. Pernah ditiadakan karena dilarang pada jaman kolonial Belanda, tapi terjadi musibah. Desa Munggu sendiri berdekatan dengan objek wisata Tanah Lot, Kuta dan Taman Ayun.

Gebug Ende ; Desa Seraya, Kabupaten Karangasem menggelar adu ketangkasan oleh para kaum pria, mereka saling memukul antara satu dengan yang lainnya, dengan menggunakan sebatang tongkat dari rotan, kalau kurang cekatan berbahaya juga. Diiringi dengan gamelan Bali yang memacu semangat, tradisi ini merupakan perpaduan unsur seni penarinya dan juga yang terpenting adalah ketangkasannya. Digelar dengan tujuan memohon turunnya hujan pada saat musim kemarau. Saat-saat tertentu digelar untuk tontonan wisata. Desa Seraya berdekatan dengan Taman Ujung sebuah tempat tujuan tour favorit Bali Timur.

Ngerebong ; Pura Pangrebongan, Desa Kesiman, Denpasar tempat tradisi ini digelar disebut juga Ngurek, karena saat para peserta trance (kesurupan) mereka menancapkan keris (ngurek) ke bagian tubuhnya sendiri tanpa terluka. Tiap 6 bulan sekali, tepatnya 8 hari setelah hari raya Kuningan. Ngerebong artinya berkumpul, karena pada saat tersebutlah para dewa berkumpul. Dengan kerasukan roh-roh dari Dewa ada yang menari, berteriak, menangis dan menusukkan keris ke tubuhnya dan tanpa terluka.

Pemakaman di Trunyan ; pemakaman yang tidak lazim seperti pemakaman lainnya di Bali, tubuh orang meninggal dibiarkan dibawah pohon menyan dengan dikelilingi dengan ancak saji (pagar pelindung) tanpa dikubur, uniknya tubuh orang meninggal tersebut tidak menimbulkan bau busuk. Hal ini juga menjadikannya tempat tujuan wisata dan menjadi tujuan tour unik. Desa Trunyan bagian wilayah Kecamatan Kintamani, seberang danau Batur.

Ngaben ; sebuah prosesi supacara pemakaman mayat masyarakat Hindu Bali, kemudian dilanjutkan dengan proses kremasi atau pembakaran jenazah, bisa dilakukan setelah orang tersebut meninggal ataupun dikubur lebih dulu sambil mencari waktu baik. Rangkaian upacara dalam tradisi ini bertujuan untuk menyucikan roh orang yang sudah meninggal untuk menuju ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Mesabatan endut : Dalam arti katanya Mesabatan artinya melempar dan Endut berarti lumpur. Lumpur tersebut dicampur dari kotoran kerbau, didapat dari hewan kerbau yang dilepaskan, desa Tenganan, Karangasem, Bali tempat prosesi ini berlangsung. Saat prosesi berlangsung lumpur akan dilemparkan oleh 8 pemuda pengawin kepada 6 gadis. Tradisi ini berlangsung dengan tujuan, mendidik para gadis desa untuk bisa menjadi penyabar, tidak jijik atau gengsi yang akan perkerjaan yang dilakoni dikemudian hari.

Makepung ; balapan/ pacuan kerbau di Jembrana, rutin diselenggarakan sekali setiap tahunnya saat panen raya tiba. Pacuan kerbau, sepasang hewan ini dipacu dan ditunggangi oleh seorang sais atau joki, melecut hewan pacuannya untuk bisa meraih kemenangan. Dalam pertarungan ini memang dibutuhkan nyali besar, karena resikonya tinggi bagaimana kepiawaian seorang joki melecut hewan pacuannya serta menjaga keseimbangan agar tidak terhempas. Sebuah hiburan wisata saat perjalan tour ke Bali Barat.

Sapi Gerumbungan ; di selenggarakandi lapangan desa Kaliasem, Lovina, Kab. Buleleng sebuah pertunjukan seni pada awalnya dilakukan oleh para petani setelah membajak garapan mereka untuk mengisi waktu, karena banyak petani yang tertarik, pemerintah setempat menetapkan menjadi event tahunan tetap sampai sekarang menjadi sebuah tradisi unik yang diwariskan. Dalam pacuan ini sepasang leher sapi dihubungkan dengan kayu yang dinamakan "uga", ditengah-tengah uga tersebut terbentang kayu tempat si joki berdir.

Mbed-mbedan ; tradisi ini hanya bisa kita temukan di desa adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kec. Mengwi, Kab, Badung - Bali. Pertama kali diselenggarakan padai tahun saka 1396 atau pada 1474 masehi dan terhenti dalam jangka waktu lama. Diselenggarakan lagi pada tahun 2011. Prosesi ini diikuti oleh semua warga, seperti sebuah permainan lomba tarik tambang,tidak menggunakan media tali tapi bun kalot sebuah jenis batang tumbuhan menjalar, tumbuh pada kawasan setra Desa Semate. Desa ini berdekatan dengan kawasan objek wisata Kuta dan bandara, sehingga mudah dijangkau.

Megibung ; sekarang ini masih lumrah bisa ditemukan di Kabupaten Karangasem. Makan bersama dalam satu tempayan besar, peserta duduk melingkar antara 5-7 orang, kemudian disantap bersama-sama menggunakan tangan, diharapkan menumbuhkan kebersamaan hubungan yang lebih erat dengan keluarga, kerabat ataupun warga sekitar.

Janger Maborbor ; sebuah ritual sakral yang sarat dengan suasana magis, tarian memadukan unsur gerak dan nyanyian, ditarikan oleh 5-10 pasang penari yang belum dewasa. Ritual ini dipimpin oleh seorang pemangku, pada saatnya tiba dan berada dipuncak prosesi, penari janger ini menginjak-injak tumpukan bara api, jangankan luka bakar, sehelai benangpun dari pakaian mereka tidak terbakar. Tarian tolak bala ini bisa kita temukan di desa Yangapi, Tembuku, Bangli - Bali.

Terteran ; tradisi perang api di Jasri ini berlangsung dua kali dalam setahun, bertepatanag dengan hari raya pengrupukan sehari sebelum Nyepi. Prosesi ini dalam rentetan upacara yadnya, 2 kelompok pemuda saling serang dengan melempar seikat obor dari daun kelapa, tujuan ritual ini untuk melebur kejahatan dan malapetaka.

Lukat Geni ; populer juga dengan perang api, dirayakan oleh warga Puri Satria Kawan, Paksebali, Kec. Dawan, Kab. Klungkung, disaat malam pengrupukan sekali dalam setahun. ritual ini bertujuan untuk melepaskan ataupun mengurangi kekotoran dengan sarana api, sehingga bisa menetralisir kekuatan negatif dari alam dan menghilangkan sifat buruk

Pawai Ogoh-ogoh ; Pawai ini dilaksanakan dimalam pengrupukan, sehari sebelum Nyepi, ogoh-ogoh merupakan simbol dari Bhuta Kala yang memiliki kekuatan negatif, diarak ke sekeliling desa dengan tujuan mengusir kekuatan-kekuatan negatif, kemudian dibakar. Sehingga sat pelaksanaan catur brata penyepian tidak ada gangguan kekuatan jahat. Kalau pada saat itu anda melakukan perjalanan wisata tour keliling Bali, usahakan sebelum sore hari sudah tiba di hotel, karena banyak ruas jalan yang tutup.

Perang Ketupat : Sebuah tradisi unik dilaksanakan dalam rangka upacara Aci Rah Pengangon digelar desa Kapal. Warga dibagi menjadi 2 kelompok saling berhadapan saling lempar menggunakan ketupat dari beras. Walaupun hanya berlangsung sekali dalam setahun, bisa saja secara tidak sengaja anda bisa menyaksikan dalam perjalanan tour karena pada jalur wisata Kuta - Bedugul

Ngerebeg : tradisi ini hanya digelar saat piodalan Pura Dalem Kahyangan Kedaton yang letaknya di objek wisata Alas Kedaton, menjelang akhir piodalan saat sore hari sebelum senja tiba, suara kentongan bertalu-talu dan sorak membahana oleh warga desa kukuh yang berkumpul pada halaman pura, mereka membawa lelontek, tomabak dan juga ranting pohon, setelah diperciki air suci, mereka melesat mengelilingi pura.


Pada saat-saat tertentu, travel agent agak jarang mengagendakan perjalanan wisata melihat tradisi unik tersebut, karena berdasarkan kalender Hindu, anda bisa menjelajah sendiri tanpa ada rasa ragu, dijamin aman, pulau bali surganya dunia kalo anda ramah masyarakat bali bisa lebih ramah lagi, ingat gunakan jasa kami sewa sepeda motor Metic di Bali dengan biaya yang murah, pelayanan Ok. Lihat Syarat dan ketentuannya disini.

Sunday, March 8, 2015

Makna Perayaan Hari Raya Nyepi "Tahun Baru Caka" bagi Umat Hindu di Bali

nyamenusanet.blogspot.com - Hari Raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru saka, yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 21 Maret. Merupakan hari penyucian untuk alam semesta beserta isinya.

Nyepi mengandung arti sepi atau sunyi, dan dirayakan setiap 1 tahun saka. Dan tahun ini merupakan tahun saka 1937. Pada saat Nyepi tidak boleh melakukan aktifitas seperti pada umumnya,seperti keluar rumah (kecuali sakit dan perlu berobat), menyalakan lampu, bekerja dsbnya. Dan tujuannya adalah agar tercipta suasana sepi, sepi dari hiruk pikuknya kehidupan dan sepi dari semua nafsu atau keserakahan sifat manusia untuk menyucikan Bhuwana Agung(alam semesta) dan Bhuwana Alit(manusia).

Hari Raya Nyepi, khususnya di Bali memiliki beberapa tahapan. Dimulai dari Upacara Melasti, Mecaru, dan Pengerupukan. Kemudian diikuti oleh puncak Hari Raya Nyepi itu sendiri. Dan terakhir disebut dengan Ngembak Geni.

1. Melasti, Mecaru, dan Pengerupukan.
Upacara Melasti atau bisa disebut Melis diadakan beberapa hari sebelum Nyepi. Pada saat ini segala sesuatu atau sarana persembahyangan di Pura-pura di bawa kelaut untuk disucikan.

Melasti Serangkaian Upacara Nyepi
Mecaru atau bisa disebut Tawur, dilaksanakan pada hari Tilem Sasih Kesange (Bulan mati ke 9)yaitu sehari sebelum Nyepi. Merupakan upacara yang dilaksanakan di setiap rumah atau keluarga, desa, kecamatan dan sebagainya. Dengan membuat sesajen yang ditujukan kepada para Bhuta Kala atau bisa disebut hal-hal negatif agar pada nantinya tidak mengganggu kehidupan manusia.

Pengerupukan dilaksanakan sesaat setelah Mecaru, yaitu dengan membuat api atau obor untuk mengobori lingkungan rumah, membunyikan kentongan untuk menghasilkan kegaduhan. Sehingga diharapkan para Bhuta Kala segera pergi dari lingkungan kita. Pada tingkat desa diadakan arakan Ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan dari Bhuta Kala yang memiliki sifat negatif. Diarak keliling desa kemudian di bakar, tujuannya agar hal-hal yang berbau negatif itu lenyap dan tidak mengganggu kehidupan manusia.

2. Nyepi.
Pada saat Nyepi khususnya di Bali, semua dalam keadaan sepi. Tidak ada aktifitas seperti biasanya, karena pada saat itu diadakan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari:
  1. Amati Geni, yaitu tidak boleh menggunakan atau menyalakan api.
  2. Amati Karya, yaitu tidak boleh bekerja.
  3. Amati Lelungan, yaitu tidak berpergian.
  4. Amati Lelanguan, yaitu tidak melakukan suatu hiburan.
    Hari Raya Nyepi di jaga oleh Pecalang
Sehingga Hari Raya Nyepi dapat dikatakan mengandung makna hari penyucian diri (manusia) dan alam semesta. Membuang segala kotoran atau segala hal negatif yang telah lampau untuk menyongsong tahun baru (saka). Dan memulai tahun baru dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang positif tentunya. Semangat yang baru untuk mengarungi kehidupan selanjutnya.

3. Ngembak Geni.
Ngembak Geni yang jatuh sehari setelah Nyepi dilaksanakan dengan mengadakan kunjungan antar keluarga maupun para tetangga dan kenalan. Saling memaafkan satu sama lain dengan memegang prinsip TattwamAsi yaitu “aku adalah kamu dan kamu adalah aku”. Posisi kita sama dihadapan Tuhan, walaupun kita berbeda agama atau keyakinan hendaknya kita hidup rukun dan damai selalu.

Demikianlah sedikit gambaran mengenai makna Hari Raya Nyepi khususnya di Bali. Mudah-mudahan perayaanya tahun ini berjalan dengan lancar, walaupun kunjungan wisata baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara masih ramai datang ke Bali. Karena ada beberapa wisatawan yang khusus datang untuk menikmati atau mengetahui situasi perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Pengin tau bagaimana serunya merayakan nyepi? dunia sepi bebas dari suara motor, suara musik dan suara lainnya yang ada cuma suara binatang Ayam Kukuruyuk, Anjing Menggonggong, Burung berkicau ini terjadi di Kota Besar Lho.... coba aja datang ke bali pas Hari raya nyepi kalo ga percaya. Tapi ingat kalo jalan-jalan di bali jangan lupa gunakan jasa kami, Penyewaan Sepeda Motor termurah di Bali dengan pelyanan yang ok, ramah, tepat waktu dan akurat tentunya. Silahkan direncanakan perjalanan anda yang efektif dan efisien dan booking disini syarat dan ketentuang.

Sumber : http://www.mediahindu.com/ajaran/makna-hari-raya-nyepi-bagi-umat-hindu-di-bali.html

Thursday, March 5, 2015

Keunikan Pura Goa Giri Putri Nusa Penida Klungkung - Bali

Mulut Goa (Pintu masuk) Giri Putri
nyamenusanet.blogspot.com - Di Bali, banyak terdapat goa yang berfungsi sebagai tempat pemujaan. Dalam salah satu goa di Nusa Penida, ada Pura Goa Giri Putri. Keunikan apa saja yang bisa disimak dari keberadaan pura Kahyangan Jagat yang terletak di Dusun Karangsari, Desa Pakraman Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung ini?
-----------------

Konon, di zaman Neolithikum dulu manusia hidup tanpa norma, tanpa kaidah, hingga berlaku suatu pola normatif homo-homini lupus -- manusia satu menjadi "serigala" bagi manusia yang lain, lantas berlaku hukum rimba, siapa kuat dia menang. Tiap orang berusaha mempertahankan hidup dari keganasan alam, seperti amukan binatang buas, hujan lebat, terjangan angin, dan sengatan sinar mentari. Lalu mereka perlu tempat perlindungan dan reproduksi keturunan demi keberlangsungan hidup. Selain penggunaan goa seperti itu, goa juga konon dijadikan tempat bertapa untuk memohon anugerah langsung dari para dewata.

Dalam goa umumnya terdapat aliran sungai, kelelawar, ular, dan stalagnit (endapan menyerupai batu tumbuh dari bawah goa mengarah ke langit-langit goa) maupun stalagtit (endapan yang menyerupai bebatuan, muncul dari dinding/langit-langit goa mengarah ke lantai goa). Dalam perkembangannya, manusia memikirkan pola kehidupan baru dengan pola permukiman tetap serta dukungan teknologi yang kian canggih agar mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Meski kehidupan kian modern, namun kenyataan menunjukkan bahwa tradisi prasejarah atau kebudayaan di dalam goa tetap eksis dengan fungsi yang terus berkembang atau berubah.

Kata "giri" itu sendiri artinya gunung, pegunungan atau bukit, sementara "putri" berarti wanita. Dalam konsep ajaran Hindu, "putri" yang dimaksud adalah nama simbolis bagi kekuatan Tuhan, memiliki sifat keibuan atau kewanitaan. Jadi Goa Giri Putri adalah sebuah ruang atau rongga dengan ukuran tertentu sebagai tempat bersemayam kekuatan Tuhan dalam manifestasinya berupa wanita (disebut Hyang Giri Putri), tiada lain adalah salah satu sakti dari kekuatan Tuhan dalam wujud-Nya sebagai Siwa. Di sini, Giri Putri adalah nama yang diberikan pada salah satu goa terbesar yang berada di Pulau Nusa Penida.

Tiga Pura
Suasana Pemedeg Melukat di dalam Goa Giri Putri
Pada Purnama Kalima Wraspati Kliwon Klawu, 25 Oktober 2007, merupakan puncak Karya Agung Mamungkah Ngenteg Linggih, Mapeselang Prayungan, lan Pedanan-danan. Piodalan di pura yang di-empon oleh 210 KK Krama Desa Pakraman Karangsari ini dilakukan tiap tahun, yakni pada Purnama Kadasa. Jika masyarakat Bali ingin bertirtayatra ke sana, maka tiga pura utama yang menjadi tujuan adalah Pura Giri Putri, Pucak Mundi, dan Dalem Ped. Biasanya mereka bermalam di Dalem Ped lantaran tempatnya lebih luas, fasilitas mandi dan buang hajat memadai. Pedagang pun banyak, dan suhu udara relatif tak terlalu dingin.

Goa Giri Putri berada pada ketinggian 150 meter di atas permukaan laut, dengan panjang total lebih kurang 262 meter. Ia memiliki empat bagian besar tempat persembahyangan yakni sebuah di luar goa atau pintu masuk dan tiga di dalam goa (depan, tengah, dan belakang). Sebelum 1990, Goa Giri Putri hanyalah sebuah goa yang dijadikan objek wisata lokal, terutama pada hari Raya Galungan dan Kuningan. Air yang berada di dalam goa dijadikan tirta oleh masyarakat Karangsari dalam rangka upacara Panca Yadnya.

Hingga saat ini belum ditemukan prasasti maupun sumber resmi yang memuat tentang Goa Giri Putri, sehingga belum diketahui kapan dan oleh siapa Goa Giri Putri dibangun. Yang jelas goa ini adalah peninggalan Zaman Prasejarah (Hindu), terus hidup dan dipelihara sampai sekarang. Pada 1990, Gubernur Bali saat itu (Prof. Dr. Ida Bagus Mantra) pernah mengadakan kunjungan ke Nusa Penida dan singgah di Goa Giri Putri, memberikan motivasi kepada masyarakat di situ untuk menjaga keberadaan Goa Giri Putri, baik sebagai objek wisata spiritual maupun sebagai tempat persembahyangan. Sejak itulah didirikan sejumlah palinggih tempat pemujaan. Goa itu kemudian diberi nama Goa Giri Putri.

Kondisi fisik Goa Giri Putri pada 1990-an dibanding kondisi sekarang, tampak beda. Dulu goa sangat "mengerikan", gelap, lantai dasar licin, tirta melimpah, dan belum banyak pengunjung. Kini, sebaliknya, terang benderang, lantai dasar tak begitu licin lantaran beberapa bagian sudah dipelester, pun telah tersedia beberapa tangki air. Pintu masuk goa tetap relatif sempit -- hanya dapat dimasuki satu orang saja.

Petunjuk "Niskala"


Pelinggih di Dalam Goa Giri Putri
Sebagaimana ditulis dalam buku "Selayang Pandang Pura Giri Putri" dan diceriterakan oleh I Nyoman Dunia selaku Bendesa Adat serta mangku gede Pura Giri Putri, secara keseluruhan ada 13 buah palinggih di situ dengan berbagai wujud arsitektur dan bahan bangunan. Jika hendak bersembahyang ke Pura Giri Putri, begitu turun di pelataran parkir lantas menyeberang jalan, orang sudah berhadapan dengan jalan berundak-undak. Setelah tiba di atas atau di halaman luar goa, orang akan menjumpai palinggih pertama berbentuk Padmasari, tepat berada di samping kanan depan mulut goa.

Berdasarkan petunjuk niskala yang diterima oleh Ida Pandita Dukuh Acarya Daksa dari Padukuhan Samiaga, Penatih, Denpasar menyebutkan, di palinggih pertama yang dipuja adalah kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujudnya sebagai Hyang Tri Purusa menurut ajaran Siwa Sidhanta. Terdiri atas Paramasiwa (Nirguna-Brahman), Sadasiwa (Saguna-Brahman), dan Siwatma (Jiwatman). Lalu di sebelah kiri pintu masuk goa ada Hyang Ganapati berwujud Lingga Cala dari bahan batu karang sebagai penjaga pintu masuk goa. Di halaman depan goa juga dilengkapi dengan bangunan penunjang sebagai tempat pesandekan atau menerima tamu.

Bila usai bersembahyangan di palinggih Tri Purusa, orang segera dapat memasuki Goa Giri Putri. Biasanya orang yang baru datang pertama kali ke tempat ini akan merasa takut atau waswas mengingat mulut goa sangat kecil, hanya bisa dilalui satu orang saja. Namun itu hanya berjarak sekitar tiga meter, setelah melewati itu, orang-orang akan tercengang dan takjub, karena tidak menyangka sebelumnya bahwa rongga goa sangat lebar dan tinggi serta bisa menampung sekitar 5.000 orang. Tatkala terowongan kecil dilewati, orang akan dapat melihat dua palinggih di dalam bagian depan goa.

Palinggih ketiga, Hyang Sapta Patala, berupa Padmasari dengan perwujudan Naga Basuki di bagian ulon. Hyang Naga Basuki adalah salah satu manifestasi Hyang Widhi Wasa dengan sifat penolong, penyelamat dan pemberkah kemakmuran, diwujudkan dalam bentuk naga bersisik emas berkilauan, penuh pernik mutiara, serta senantiasa berupaya tetap menjaga keseimbangan alam bawah (pertiwi) demi kesejahteraan umat manusia beserta makhluk lainnya. Di samping kanan Hyang Naga Basuki ada palinggih keempat, Pengayengan Ratu Gede berwujud Lingga Cala. Dengan demikian goa ini berfungsi sebagai tempat memohon keselamatan dan ketenteraman umat manusia.

Selanjutnya di bagian tengah-tengah goa dijumpai lima palinggih -- tiga di bawah dan dua di atas. Palinggih di bagian bawah sebelah utara berwujud Padmasari, stana Hyang Giri Pati/Siwa. Di sebelah kiri Padmasari ada panyineban Ida Bhatara berwujud Gedongsari. Lalu di bagian bawah selatan ada tempat palukatan dari Hyang Dewi Gangga, dan palinggih Hyang Tangkeb Langit di sebelah barat tangga yang berwujud gedong masif. Sebelum melakukan persembahyangan, di tempat ini wajib melakukan palukatan dasa mala dengan memohon kepada Hyang Giri Putri, Dewi Gangga, dan Hyang Giri Pati agar secara lahir dan batin terlepas dari hal-hal negatif.

Di bagian tengah atas agak ke pinggir ada palinggih Hyang Giri Putri berwujud Padmasari dengan palinggih Pengaruman di samping kiri sebagai tempat men-sthana-kan simbol Dewa-dewi berupa arca dan rambut sedana, serta di sisi kanan ada sumber air suci. Yang unik, keberadaan palinggih ini di tengah-tengah atas dinding goa, agar bisa tangkil orang mesti menaiki tangga baja yang terbuat dari bahan plat mobil. Di bagian dalam dengan jarak sekitar tujuh meter, ada Payogan (peraduan) Hyang Giri Putri - Hyang Giri Pati yang berwujud Padmasari.

Di tempat ini masyarakat biasanya melakukan tapa, yoga dan semadi. Bagian inti goa ini dikelilingi ornamen-ornamen alam yang unik seperti ada taman tirta, warna-warni dinding goa (stalagnit dan stalagtit) diselingi dentingan percikan air dari langit-langit goa dan suara kelelawar. Tempat ini merupakan sthana Hyang Giri Putri sebagai pengendali kekuatan-kekuatan yang ada di dalam goa. Di sinilah orang dapat memohon penyembuhan penyakit melalui percikan tirta suci oleh pemangku atau pangelingsir.

Kahyangan di Dalam Goa Giri Putri
Kemudian pada bagian ujung barat goa ada empat palinggih. Satu berwujud Padmasari sebagai sthana Hyang Siwa Amerta/Mahadewa, sebuah Gedongsari sthana Hyang Sri Sedana/Ratu Syahbandar, sebuah patung Dewi Kwam Im, serta altar Dewa Langit. Semua itu merupakan Dewa Pemurah, Pengasih dan Penyayang serta Dewa-dewi Kemakmuran. Di bagian ini para pamedek dapat melihat dengan jelas pancaran sinar matahari dan indahnya alam sekitar khususnya Gunung Kila (Pura Semuhu) di kejauhan.

Sekarang di bagian ini sudah ada bangunan pendukung (toilet), dilengkapi tangga sebagai sarana keluar goa. Bagian ini jelas memperlihatkan terjadi perpaduan konsep Siwa-Buda di Pura Goa Giri Putri sebagaimana halnya yang biasa terjadi di pura-pura besar lainnya di Bali. Sebenarnya, di dalam Goa Giri Putri ini masih banyak terdapat onggokan (Lingga Cala) batu karang besar dan kecil serta goa-goa kecil di kiri-kanan dinding goa, sehingga kemungkinan besar jumlah palinggih juga akan terus bertambah.

Sumber : http://www.babadbali.com/pura/plan/gua-giri-putri.htm

Monday, March 2, 2015

Goa Gala-gala "Underground House" Destinasi Pariwisata Pilihan Nusa Penida Lembongan

Pintu Masuk Goa Gala-gala di Lembongan Nusa Penida
nyamenusanet.blogspot.com - Nusa Lembongan memiliki banyak objek wisata terutama kawasan pantai dan keindahan bawah lautnya, merupakan bagian wilayah Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, bukan saja memiliki daya tarik karena kecantikan alamnya seperti pesona pantai pasir putih, gelombang ombak yang menggoda serta keindahan bawah lautnya, tapi juga memiliki tempat unik yaitu rumah bawah tanah dinamakan Goa Gala-gala, sehingga menjadikannya sebagai salah satu destinasi top dari sekian banyaknya objek wisata di Bali.

Rumah tersebut dibangun pada tahun 1961 dalam kurun waktu sampai 15 tahun oleh seorang jero Mangku Dalang bernama Mangku Byasa, beliau juga berprofesi sebagai petani juga seorang pertapa, proses pengerjaannya pada masa tersebut masih menggunakan alat-alat konvensional seperti linggis, menggunakan banyak kotoran sapi yang dibakar sehingga batu kapur lebih mudah digali, goa tersebut kemudian dijadikan tempat tinggalnya, sebuah maha karya yang sangat pantas untuk dihargai dan dijadikan situs warisan budaya.

Jika anda masih berada di pulau Bali terutama Kuta, Legian ataupun Nusa Dua, bersiaplah menyeberang dari pantai Matahari terbit Sanur, di sini banyak provider fast boat atau kapal cepat yang siap mengantar anda menuju Nusa Lembongan. Butuh sekitar 30 menit perjalanan laut, setelah anda berlabuh di dermaga Jungut Batu atau Mushroom Bay anda bisa sewa motor ataupun mobil bak terbuka dengan supir menuju ke Goa Gala-Gala, sekaligus melanjutkan tour mengunjungi objek wisata di Nusa Lembongan lainnya.

Areal tempat dibangunnya Goa Gala-gala ini, di bawah lahan sekitar 4 are, di areal ini terdapat pelinggih (bangunan suci), 2 buah bangunan rumah adat tempat memajang kain tenun endek dan cepuk hasil kerajinan penduduk di Pulau Nusa Penida dan sumur serta tidak ketinggalan photo-photo almarhum Mangku Byasa, kemudian ada 3 buah pintu masuk menuju ke rumah bawah tanah tersebut, untuk masuk ke dalamnya anda harus menuruni anak tangga sekitar 2 meter, rumah yang dalam bahasa Inggrisnya dinamakan juga Underground House ini, lorongnya sampai pada kedalaman 7 meter dibawah permukaan tanah, didalamnya anda menyusuri lorong-lorong dan juga terdapat sejumlah ruangan dengan fungsi berbeda seperti ada tempat meditasi, ruang tidur, ruang tamu, dapur dan juga sumur, dibeberapa sudut ruangan dilengkapi lampu penerang. Ruang-ruang di bawah tanah ini tidak terlalu tinggi antara 1-2 meteran, sehingga pengunjung kadang-kadang harus membungkuk, dalam ruangan cukup sejuk.

Goa Gala-gala ini menjadi tujuan wisata top di Nusa Lembongan, apalagi tamu-tamu yang ikut Bali Hai Cruise berlayar dari daratan utama Bali, memprogramkan vilage tour mereka ke rumah bawah tanah ini, sehingga sehari-harinya selalu saja ada wisatawan yang berkunjung. sarana transportasi untuk berkunjung ke pulau yang masih menjadi bagian wilayah Bali ini, bisa menggunakan wahana fast boat/ kapal cepat dari pesisir pantai Sanur. Karena memang pulau Nusa Lembongan menjadi destinasi populer sekarang ini, beberapa aset wisatanya seperti kawasan pantai pasir putih, terumbu karang serta biota lautnya menjadi tempat idaman untuk snorkeling maupun diving dan juga wisata hutan mangrove, menjadi primadona di hati wisatawan.

Tiang Penyangga atau ruangan di dalam Goa Gala-gala
Mangku Byasa yang juga akrab dipanggil Pan Kerti terinspirasi untuk membangun Goa Gala-Gala dari epos/ cerita Mahabarata, apalagi profesinya sebagai dalang memahami betul cerita yang terkandung di dalamnya. Dalam cerita pewayangan di episode Wana Parwa dikisahkan kehidupan keluarga pandawa di tengah hutan, terusir dari keluarga besarnya karena kalah taruhan dalam permainan judi dengan pihak keluarga Kurawa, dalam pengasingannya ini mereka harus menyamar selama 12 tahun, banyak tantangan serta pelajaran hidup yang mereka dapatkan di dalam hutan. Untuk menjaga keamanan serta kawatir pihak Kurawa akan membunuh keluarga mereka, maka Pandawa membangun sebuah yang dinamakan Gala-gala. Mangku Byasa menyelami kehidupan Pandawa saat pengasingan, ditambah lagi kegemarannya sebagai seorang pertapa, sehingga terinpirasi untuk membangun goa ini.

Jalan-jalan ke bali jangan lupa gunakan jasa kami, Penyewaan Sepeda Motor di Bali, kami siap melayani dengan ramah, efektif dan efisien. Armada yang kami sediakan terbaru dan terawat. untuk pemesanan bisa lihat di sini, untuk syarat dan ketentuan klik disini.

Sumber : http://www.balitoursclub.com/berita_253_Goa_Gala-gala.html

Sunday, March 1, 2015

Ogoh-ogoh Symbol Butha Kala pada Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka

Ogoh Ogoh Symbol Butha Kala
nyamenusanet.blogspot.com - Ogoh-ogoh merupakan budaya di bali, kehadirannya menjadi salah satu pelengkap ritual di bali. Sehari sebelum nyepi, masyarakat hindu khususnya di Bali, melaksanakan tradisi pengerupukan. Tradisi semacam prosesi mengembalikan Bhuta Kala ke asalnya menurut kepercayaan, mereka di bangunkan dengan alat-alat , umumnya, Obor, Api, Saprakpak, Sembur meswi, Bunyi-bunyian kentongan yang di bawa mengelilingi seisi rumah berwujud "ogoh-ogoh" Sang Bhuta Kala lalu di arak menuju cetus peta, perempatan.

Pawai Ogoh-ogoh selalu di adakan tiap kali menyambut hari raya nyepi. Rupa mereka direka sedemikian rupa dengan variasi bentuk menyeramkan, ada yang berwujud raksasa, penjelmaan dewa-dewi dalam murti-nya, mengambil cerita tokoh dari pewayangan atau memakai figure-figur yang sedang popular, mereka di rakit memadukan estetika seni yang memikat secara visual.

Fungsi utama “ogoh-ogoh” adalah sebagai representasi Bhuta Kala yang dibuat menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, dimana “ogoh-ogoh” tersebut akan diarak beramai-ramai keliling banjar atau desa pada senja hari sehari sebelum Hari Raya Nyepi (Pangrupukan). Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, prosesi ini melambangkan keinsyafan diri manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan “Bhuana Agung” (alam raya) dan “Bhuana Alit” (diri manusia). Dalam pandangan filsafat (tattwa), kekuatan tersebut dapat mengantarkan makhluk hidup di alam raya, khususnya manusia dapat menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua itu tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri serta seisi dunia.

Hamper setiap tahun keberadaan ogoh-ogoh bek penggenap wajib dalam tradisi menyambut nyepi, pawai semarak selalu menjadi atraksi yang di nantikan,kebanyakan orang pasti bertanya perihal cikal bakal ogoh-ogoh dalam tradisi menyambut nyepi, penamaan ogoh-ogoh pun diambil dari sebutan ogah-ogah dari bahasa bali, artinya sesuatau yang di goyang-goyangkan, ogoh-ogoh di abadikan bahkan dalam sebuah lagu bali yang cukup popular. Kata-kata itu di cantumkan sebagai lirik berbunyi”ogah-ogah, ogoh-ogoh, kala-kali lumamapah/ogah-ogah, ogoh-ogoh, ngiterin dese.

Tahun 1983 bisa menjadi bagian penting dalam sejarah ogoh-ogoh di bali. pada tahun itu mulai di buat wujud-wujud bhuta kala dengan ritual nyepi di bali. ketika itu ada keputusan presiden yang menyatakan nyepi sebagai hari libur nasional, semenjak itu masyarakat mulai membuat perwujudan onggokan yang kemudian disebut ogoh-ogoh, di beberapa tempat di bali. Tradisi mengembalikan bhuta kala ke asalnya di hari pengerupukan,  disimbulkan dengan ogoh-ogoh, mirip tradisi lama masyarakat hindu di bali seperti tradisi Barong Landung, tradisi Ndong Nding, dan ngben ngwangun yang menggunakan ogoh-ogoh sang kalika, bisa juga di rujuk untuk menelusuri cikal bakal wujud ogoh-ogoh.


Bentuk Dan Makna Ogoh-Ogoh Di Bali
Sebelum hal ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai kepercayaan yang di yakini oleh orang bali, yaitu hal-hal yang terjadi di dunia ini sebelum berpasangan, sebagai contoh sebagai orang baik dan ada orang jahat, ada kematian dan ada juga bayi yang baru lahir, atau pemahaman lebih sederhana yaitu ada warna hitam dan ada warna putih, jadi apapun yang terjadi dalam kehidupan manusia selalu berjalan dengan seimbang, jadi ritual meminum arak bagi orang yang mengarak ogoh-ogoh di anggap sebagai perwakilan dari sifat buruk yang ada di dalam diri manusia. Masyarakat bali memiliki persepsi bahwa ogoh-ogoh mempersentasikan sifat jelek atau buruk yang ada di dalam diri manusia, oleh karena itu masyarakat bali membuat ogoh-ogoh sebelum hari raya nyepi, dimana mereka melaksanakan tapebrata selama hari raya nyepi, setelah ogoh-ogoh selesai di buat dan di lanjutkan dengan diarak atau di bawa berkeliling desa, 

waktu untuk mengarak ogoh-ogoh pada sore hari di sebut pengerupukan, setelah itu ogoh-ogoh wajib di bakar sebagai symbol telah hilangnya sifat jelek atau buruk yang ada di dalam diri manusia, sehingga mereka siap melakukan tapabrata di hari raya nyepi dikeesokan harinya. Hari raya nyepi di bali merupakan hari raya yang sangat penting, di mana mereka di wajibkan merenungkan segala perbuatan mereka selama satu hari penuh, 

Jadi membuat ogoh-ogoh dengan bentuk meyeramkan pun bukan bermaksud untuk menghina tapi lebih kepada menghormati keberadan dari roh-roh atau pengaruh jahat yang ada di alam ini, sebelum memulai pawai ogoh-ogoh para peserta upacara atau pawai biasanya melakukan minuman minuman keras yang di kenal dengan nama arak,

sebenarnya hal ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai kepercayaan yang diyakini oleh orang bali, yaitu hal-hal yang terjadi di dunia ini selalu berpasangan, jadi apapu yang terjadi dalam kehidupan manusia selalu berjalan dengan seimbang. Dengan keberadaan arak-arakan “Ogoh-Ogoh” yang sudah menjadi tradisi inilah yang menambah daya tarik wisatawan baik mancanegara maupun nusantara. Karena selain memiliki keindahan tempat-tempat wisata, Bali pun memiliki kekayaan budaya yang menjadi andalan kepariwisataan. Serasa belum lengkap bilamana wisatawan berkunjung tidak melihat prosesi “Ogoh-Ogoh” pada penyambutan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka.

bagi sahabat Nyamenusanet.blogspot.com yang mau datang ke bali dan ingin menyaksikan pawai Ogoh-ogoh datanglah pada saat peryaan hari raya nyepi yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. untuk lebih efektif dan efisien perjalanan sahabat jangan lupa gunakan jasa kami Penyewaan Sepeda Motor di Bali, dengan biaya sewa yang murah, pelayanan ramah, kondisi motor Prima dan terbaru. untuk syarat dan ketentuan bisa dilihat disini.


Thursday, February 26, 2015

Tujuan Wisata Non Pantai di Bali yang Wajib untuk Dikunjungi

Danau Beratan
nyamenusanet.blogspot.com - Sebagai tempat tujuan wisata dunia, Bali menawarkan sejuta pesona kepada siapa saja yang meluangkan waktu untuk mengunjunginya. Di dalam wilayah yang hanya seluas 153 x 112 km persegi ini, Bali bisa dikatakan sebagai salah satu tempat wisata yang memiliki tempat tujuan wisata paling lengkap. Sayangnya, selama ini bila Anda bertanya kepada para wisatawan baik lokal maupun mancanegara apa yang menarik dari pulau Bali, rata-rata dari mereka akan langsung menjawab pantainya. Bali memang memiliki pantai-pantai yang indah, tetapi bila Anda memiliki jiwa petualang dan benar-benar menyukai sesuatu yang baru, maka saat Anda mengunjungi pulau Bali ada baiknya tidak hanya mengunjungi pantai-pantainya saja. Oleh karena itu, berikut ini adalah 7 destinasi wisata non pantai di Bali yang sebaiknya Anda pertimbangkan untuk mengunjunginya:

1. Rafting
Lokasi Rafting di BALI

Bila Anda termasuk orang yang menyukai tantangan, ada baiknya ketika berada di Bali, Anda mencoba wisata yang membutuhkan kekuatan otot-otot tangan dan kaki ini. Rafting termasuk ke dalam jenis olahraga air. Di Bali, rafting bisa dilakukan di beberapa sungai terkenal seperti sungai Telaga Waja atau di sungai Ayung di desa Payangan Ubud. Siapkan fisik Anda dengan sebaik mungkin karena Anda akan menuruni ribuan anak tangga untuk bisa mencapai sungai yang berada jauh di bawah, kemudian Anda akan melakukan rafting ria selama kurang lebih sekitar 2,5 jam. Belum selesai sampai di situ setelahnya Anda harus menaiki kembali ribuan anak tangga untuk bisa kembali ke atas ke tempat peristirahatan untuk menikmati makanan serta minuman yang telah disediakan oleh pihak pengelola wisata raftingtersebut.


2. Air Terjun Sekumpul


Air Terjun Sekumpul
Berkendara sekitar 2 jam dari Denpasar menuju ke arah Singaraja, Anda akan melewati sebuah hutan di kawasan Buleleng. Di balik hutan tersebut tersembunyi sebuah air terjun yang sangat bagus sekali bernama Air Terjun Sekumpul. Di Air Terjun Sekumpul, Anda tidak akan menemukan satu buah air terjun saja, tetapi ada tujuh buah air terjun di kawasan ini. Akses jalan dari tempat parkir kendaraan menuju ke Air Terjun Sekumpul sangat mudah sehingga anak-anak, orang tua hingga kakek dan nenek Anda pasti bisa melakukannya. Namun, karena lokasinya yang masih belum terlalu dikenal sehingga membuat air terjun ini akan terkesan sangat sepi sekali.

3. Desa Adat Penglipuran
Desa Adat Panglipuran

Lokasi desa adat Penglipuran terletak di daerah Kubu kabupaten Bangli. Desa ini berada di ketinggian sekitar 600-700 m di atas permukaan laut sehingga membuat udaranya sangat sejuk. Untuk bisa mengunjungi tempat ini, Anda tidak akan menemukan transportasi umum. Oleh karena itu, Anda harus menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan kendaraan sewa bila tidak ingin tersesat nantinya. Biaya tiket masuk dan parkir kendaraan cukup murah jadi Anda tidak perlu mengkhawatirkannya.

4. Bukit Jambul
Bukit Jambul
Sama seperti di daerah Tegalalang-Ubud, Bukit Jambul juga menawarkan pemandangan terasering persawahan khas Bali yang sangat indah. Lokasi Bukit Jambul berada tempat di bawah kaki gunung Agung, di desa Pesaban dekat dengan perbatasan antara kabupaten Klungkung dan Karangasem.





5. Kebun Raya Bedugul

Kebun Raya Bedugul
Sama seperti kebun raya di kota-kota lain, Kebun Raya Bedugul memiliki ribuan koleksi tanaman baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, akan tetapi Kebun Raya Bedugul memiliki keunikan tersendiri karena berada di atas ketinggian sehingga udara akan selalu terasa sejuk sepanjang hari. Kemudian, bila Anda terus melanjutkan perjalanan Anda hingga ke atas Anda akan bisa melihat keindahan danau Bratan dari tempat ini.


6. Danau Bratan
Danau Beratan

Setelah Anda puas menikmati koleksi tanaman serta udara sejuk di Kebun Raya Bedugul, kini bila Anda tidak ingin jauh-jauh melanjutkan perjalanan, Anda bisa menuju ke obyek wisata berikutnya ke Danau Brantan. Tidak sampai memakan waktu lebih dari 20 menit, Anda akan bisa melihat danau Bratan dengan segala keindahannya. Uniknya lagi, Anda akan melihat sebuah pura yang dibangun di atas air. Pura tersebut bernama pura Ulun Danu.

7. Taman Tirta Gangga
Taman Tirta Gangga
Diperlukan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari Denpasar untuk bisa sampai di tempat ini. Lokasi Taman Tirta Gangga berada di desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Dulunya Taman Tirta Gangga merupakan tempat peristirahatan bagi anggota keluarga raja Karangasem terakhir, Anak Agung Gede Jelantik. Di Taman Tirta Gangga, Anda akan bisa menikmati warisan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Arsitektur bangunannya merupakan perpaduan antara gaya Eropa, Cina, dan tradisional Bali.

Keunikan dari pulau dewata Bali tidak akan pernah ada habisnya untuk dieksplorasi. Ketujuh tempat di atas hanya mewakili sedikit dari ribuan tempat wisata menakjubkan yang membutuhkan waktu berhari-hari lamanya supaya bisa dijelajahi. Selamat berlibur dan semoga kunjungan Anda ke pulau Dewata Bali kali ini memiliki kesan tersendiri bagi Anda dan keluarga.

Pengin menikmati Wisata non-Pantai di Pualu Dewata Bali di atas sangat cocok menggunakan jasa kami Rental Sepeda Motor di Bali dengan pelayanan yang ramah dan harga bersaing dan yang lebih penting kondisi motor yang kami sediakan terbaru dan dijamin terawat. Untuk syarat dan ketentuan dapat dilihat disini.

Sumber : http://keluarga.com/keluarga/7-destinasi-wisata-non-pantai-di-bali-yang-wajib-untuk-dikunjungi